Candi Sukuh “Erotic Temple On Mountain Lawu, Karanganyar, Central Java”

10-1

Sukuh Temple “Erotic Temple On Mountain Lawu, Karanganyar, Central Java” bleh….

kalau di Bahasa Indonesianya…

Hari ini tanggal 9 arafah, satu hari sebelum ari Raya Idul fitri..  Aku dan tobil pergi ke Candi Sukuh deket rumah untuk sekedar refresh otak..

Candi Sukuh, Candi Erotis di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah Indonesia *__^ terletak di Dusun Sukuh, Desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar yang merupakan lereng kaki Gunung Lawu dengan tinggi +- 1.186 m dpl,dengan koordinat 07o37, 38’ 85’’ dan 111o07 LS,. 52’65’’ Bujur Barat. Penasaran?? coba deh search di google pakai Map..🙂

Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Mexico  atau peninggalan budaya Inca di Peru.

Jadi inget pelajaran IPS sd,, ibu kota negara Peru adalah Lima *outoftopic.. Lanjuttt….

Struktur candi ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida  di Mesir. Candi Sukuh diprediksi sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit pada pertengahan abad ke-14 sampai 15 atau menurut kalender Jawa bertahun 1359 Saka atau 1437 Masehi (“Gapuro Bhuto Anguntal Jalmo” yang setiap kata masing-masing mewakili huruf 9-5-3-1).

Ini yaa penampakan candi sukuh dari pintu masuknya..

1 2

3

4

oiya kalau kesini murah, tiket masuk candi cuma 3000 IDR

1-1

Terdapat pelataran besar dengan candi induk dan beberapa relief di sebelah kiri serta patung-patung di sebelah kanan.  Jika teman – teman ingin mendatangi candi induk yang suci ini, maka batuan berundak yang relatif lebih tinggi daripada batu berundak sebelumnya harus dilalui…

5

6

Ini dia relief di bagian kiri candi…. menggambarkan kehidupan dasar manusia… yang dari lahir sampai berkembang *_^

7

8

Urut dari kiri kekanan… Di bagian kiri dilukiskan sang Sahadewa atau Sadewa, saudara kembar Nakula dan merupakan yang termuda dari para Pandawa Lima. Kedua-duanya adalah putra Prabu Pandu dari Dewi Madrim, istrinya yang kedua. Madrim meninggal dunia ketika Nakula dan Sadewa masih kecil dan keduanya diasuh oleh Dewi Kunti, istri utama Pandu. Dewi Kunti lalu mengasuh mereka bersama ketiga anaknya dari Pandu: Yudhistira, Bima dan Arjuna. Relief ini menggambarkan Sadewa yang sedang berjongkok dan diikuti oleh seorang punakawan atau pengiring. Berhadapan dengan Sadewa terlihatlah seorang tokoh wanita yaitu Dewi Durga yang juga disertai seorang punakawan.

Pada relief sebelah kanannya terlihat gambar Dewi Durga yang telah berubah menjadi seorang raksasi (raksasa wanita) yang berwajah mengerikan. Dua orang raksasa mengerikan; Kalantaka dan Kalañjaya menyertai Batari Durga yang sedang murka dan mengancam akan membunuh Sadewa. Kalantaka dan Kalañjaya adalah jelmaan bidadara yang dikutuk karena tidak menghormati Dewa sehingga harus terlahir sebagai para raksasa berwajah buruk. Sadewa terikat pada sebuah pohon dan diancam dibunuh dengan pedang karena tidak mau membebaskan Durga. Di belakangnya terlihat antara lain ada Semar. Terlihat wujud hantu yang melayang-layang dan di atas pohon sebelah kanan ada dua ekor burung hantu. Lukisan mengerikan ini kelihatannya ini merupakan lukisan di hutan Setra Gandamayu (Gandamayit) tempat pembuangan para dewa yang diusir dari sorga karena pelanggaran.

8-1

Pada bagian ini digambarkan bagaimana Sadewa bersama punakawannya. Semar berhadapan dengan pertapa buta bernama Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa di pertapaan Prangalas. Sadewa akan menyembuhkannya dari kebutaannya.

Adegan di sebuah taman indah di mana sang Sadewa sedang bercengkerama dengan Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa serta seorang punakawan di pertapaan Prangalas. Tambrapetra berterima kasih dan memberikan putrinya kepada Sadewa untuk dinikahinya.

Lukisan selanjutnya merupakan adegan adu kekuatan antara Bima dan kedua raksasa Kalantaka dan Kalañjaya. Bima dengan kekuatannya yang luar biasa sedang mengangkat kedua raksasa tersebut untuk dibunuh dengan kuku pañcanakanya.

Masih banyak lagi relief di sisi kiri candi seperti ini, tapi jalan ceritanya gimana belum begitu donk😀

17

Candi ini sering dikunjungi turis manca negara.. tanpa sengaja dapat menjepret turis yang lagi njepret.. gimana ini memahaminya coba??

16Pada sebelah kanan candi masih terdapat relief punokawan kalau gak salah ini ya…

IMG_2008

Lalu pada bagian kanan plataran candi terdapat dua buah patung yang merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabarata. Pada bagian ekor sang Garuda terdapat sebuah prasasti.

19

21

Sebagai bagian dari kisah pencarian amerta tersebut di bagian ini terdapat pula tiga patung kura-kura yang melambangkan bumi dan penjelmaan Dewa Wisnu. Bentuk kura-kura ini menyerupai meja dan ada kemungkinan memang didesain sebagai tempat menaruh sesajian. Sebuah piramida yang puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta.

20

22 23-001Udah siang belum sholat dzuhur…. Sekian dulu aja ya critanya… kapan2 disambung lagi dengan cerita lainnya *_^

seeeeeeeee uuuu Karanganyar Tentram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s